Curug, 5 April 2026 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh manajemen Dimsum Klawing pada hari ini. Mengusung tema besar “Mempererat Silaturahmi, Meningkatkan Kinerja, Membangun Dimsum Klawing Lebih Solid”, acara ini menjadi momen penting untuk mengukuhkan kembali ikatan persaudaraan pasca-momen Lebaran, sekaligus menyamakan visi untuk target produksi di masa mendatang. Acara silaturahmi akbar ini menjadi sangat istimewa karena berhasil menyatukan seluruh elemen penggerak kesuksesan perusahaan. Ratusan karyawan yang merupakan gabungan dari dua fasilitas produksi utama, yakni Pabrik Curug dan Pabrik Pamulang, turut hadir memadati lokasi acara. Tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan internal perusahaan, manajemen Dimsum Klawing juga memberikan apresiasi khusus dengan mengundang para reseller, agen, dan mitra bisnis dari berbagai wilayah. Kehadiran mereka disambut langsung dengan hangat oleh Bapak Harto beserta istri selaku pendiri, yang tampak akrab menyapa dan bersalaman dengan para tamu undangan. Acara ini juga semakin khidmat dengan adanya sesi tausiyah dan doa bersama. Sinergi Menuju Kapasitas Produksi yang Lebih Besar Bagi Dimsum Klawing, ujung tombak dari distribusi ratusan ribu porsi dimsum setiap harinya ada pada jaringan kemitraan yang kuat. Oleh karena itu, momen Halal Bihalal ini tidak sekadar menjadi ajang bermaaf-maafan, melainkan juga wadah untuk saling bertukar semangat. Hal ini tercermin dari antusiasme para agen dan reseller yang hadir. Ibu Rina, salah satu Agen Resmi Dimsum Klawing yang turut hadir, menyampaikan kesan mendalamnya terhadap acara ini. “Kesan saya hari ini luar biasa hangat. Pak Harto dan manajemen selalu merangkul kami para mitranya seperti keluarga sendiri, tidak ada jarak sama sekali. Jujur, berbisnis dengan Klawing ini sangat berkah buat kami di lapangan. Harapan saya ke depannya, semoga Pabrik Curug dan Pamulang bisa terus ngebut produksinya, kalau bisa kapasitasnya ditambah dua kali lipat! Soalnya permintaan dari pelanggan itu nggak pernah sepi, bahkan kami sering kehabisan stok saking larisnya. Sukses terus Dimsum Klawing!” ujar Ibu Rina dengan penuh semangat. Senada dengan hal tersebut, Mas Dedi, seorang reseller aktif, juga menyampaikan harapannya. “Acara kumpul bareng gabungan dua pabrik dan mitra ini bikin kita makin solid dan bangga jadi bagian dari Klawing. Kualitas rasa dari dulu sampai sekarang nggak pernah berubah. Semoga Dimsum Klawing makin sukses, pabriknya nambah lagi, biar suplai ke kita para reseller makin melimpah dan lancar. Maju terus untuk kesejahteraan bersama!” tambahnya. Melalui acara Halal Bihalal ini, Dimsum Klawing berharap seluruh karyawan dan mitra bisnis dapat kembali bekerja dengan energi positif yang baru. Sinergi yang solid antara tim produksi di pabrik dan tim penjualan di lapangan (agen/reseller) akan menjadi kunci utama bagi Dimsum Klawing untuk terus menghadirkan produk berkualitas dan memperluas kebermanfaatan bagi masyarakat luas. Tentang Dimsum Klawing Dimsum Klawing adalah jenama kuliner lokal yang berfokus pada produksi dimsum premium dengan harga terjangkau. Berawal dari usaha rumahan, kini Dimsum Klawing mengoperasikan fasilitas produksi berskala besar di Curug dan Pamulang, serta didukung oleh ratusan reseller dan agen yang tersebar di berbagai daerah.
Kulik Kisah Inspiratif Dimsum Klawing Dari 0 Hingga Bangun Sekolah
Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan industri kuliner Nusantara, hidangan dimsum kini telah bertransformasi dari sekadar camilan restoran mewah menjadi jajanan favorit yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Di balik fenomena tersebut, ada satu nama yang terus mencuri perhatian publik lewat kualitas rasa dan kisah inspiratif di baliknya: Dimsum Klawing. Bukan sekadar brand kuliner biasa, Dimsum Klawing adalah bukti nyata bahwa ketekunan, kualitas produk yang konsisten, dan niat baik untuk memberdayakan sesama dapat membuahkan kesuksesan yang luar biasa. Saat ini, Dimsum Klawing telah berhasil mencetak rekor produksi hingga ratusan ribu porsi setiap harinya. Namun, siapa sangka pencapaian masif ini berawal dari langkah yang sangat sederhana? Lahir dari Kegigihan Sejak 2014 Kisah Dimsum Klawing bermula pada tahun 2014. Sang pendiri, Bapak Harto beserta istri, mengawali perjalanan wirausaha mereka dengan penuh tantangan. Sebelum menjatuhkan pilihan pada dimsum, mereka sempat mencoba bertahan hidup dengan menjajakan berbagai macam dagangan, salah satunya adalah susu jahe. Fase jatuh bangun ini menempa mental mereka untuk terus berinovasi dan pantang menyerah. Titik terang mulai muncul ketika mereka memutuskan untuk fokus berjualan dimsum. Dengan gerobak sederhana, Pak Harto dan istri berkeliling menjajakan dimsum dari satu pasar ke pasar lainnya. Nama “Klawing” sendiri disematkan bukan tanpa alasan. Nama ini diambil dari Sungai Klawing, sebuah sungai beraliran deras yang melintasi desa halaman Pak Harto di Purbalingga. Filosofinya mendalam: harapan agar rezeki dan kebermanfaatan usaha ini terus mengalir tanpa henti seperti air sungai tersebut. Pandemi COVID-19: Dari Krisis Menjadi Titik Balik Momentum lonjakan terbesar bagi Dimsum Klawing justru terjadi di masa yang paling sulit bagi banyak sektor bisnis, yakni saat pandemi COVID-19 melanda. Perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah membuat permintaan akan frozen food dan camilan praktis siap saji meledak tajam. Kualitas Dimsum Klawing yang padat daging, gurih, dan terjangkau membuatnya cepat viral dari mulut ke mulut. Lonjakan pesanan yang tak terbendung ini akhirnya mendorong lahirnya sistem reseller. Berawal dari niat membantu tetangga dan teman yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi, sistem kemitraan ini justru tumbuh subur. Puncaknya, Pak Harto berhasil mendirikan pabrik produksi pertamanya demi memenuhi kapasitas pasar yang semakin raksasa. Kualitas Premium dengan Ekosistem Kemitraan yang Kuat Kini, Dimsum Klawing telah mengoperasikan beberapa fasilitas produksi modern yang mampu mengolah ratusan ribu dimsum per hari. Varian menunya pun semakin inovatif, mulai dari rasa klasik seperti Ayam, Beef, dan Udang, hingga varian kekinian seperti Mozarella, Cumi, Crab Stick, Jamur, dan Dimsum Mix. Kesuksesan distribusi ini tidak lepas dari ekosistem kemitraan yang solid. Dimsum Klawing kini menjadi tulang punggung ekonomi bagi ratusan agen, reseller, hingga mitra B2B seperti pengusaha katering di berbagai wilayah. Mereka terus menjaga standar mutu, memastikan setiap gigitan dimsum yang sampai ke tangan konsumen tetap lezat, juicy, dan fresh. Mengalirkan Kebaikan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan Sesuai dengan filosofi Sungai Klawing, pencapaian materi bukanlah tujuan akhir bagi Pak Harto. Kesuksesan bisnis ini langsung dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pemberdayaan. Dimsum Klawing secara aktif menyerap tenaga kerja lokal di sekitar pabrik dan memberikan pembinaan kepada para pelaku UMKM agar bisa mandiri secara finansial. Lebih mengagumkan lagi, wujud kepedulian sosial Pak Harto baru saja direalisasikan melalui pembangunan institusi pendidikan. Beliau telah mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Assafin yang berlokasi tepat di lingkungan sekitar rumahnya. Kehadiran sekolah ini ditujukan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik dan terjangkau bagi anak-anak di lingkungan sekitarnya. Dimsum Klawing membuktikan bahwa semangkuk dimsum hangat tidak hanya mampu mengenyangkan perut pelanggannya, tetapi juga mampu menghidupi ribuan keluarga, memajukan UMKM, dan mencerdaskan generasi bangsa melalui pendidikan. Tentang Dimsum Klawing Dimsum Klawing adalah produsen dimsum terkemuka yang menyajikan berbagai varian dimsum berkualitas premium dengan harga terjangkau. Berkomitmen pada rasa, higienitas, dan pemberdayaan masyarakat, Dimsum Klawing membuka peluang kemitraan luas bagi siapa saja yang ingin bertumbuh bersama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk, pemesanan, maupun peluang kemitraan/reseller, silakan jelajahi website kami di bagian Kemitraan atau hubungi layanan pelanggan kami.



